, , ,

Wawali Kota Banjar Tinjau Gudang Pengeringan Padi di UPTD Balai Benih, Kondisinya Memprihatinkan

oleh -1816 Dilihat
oleh

Portal Media Kota Banjar – Wakil Wali Kota Banjar, H. Nana Suryana, meninjau langsung kondisi Gudang Pengeringan Padi milik UPTD Balai Benih di wilayah Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Senin (14/10/2025). Dalam kunjungan tersebut, Nana menemukan kondisi fasilitas yang cukup memprihatinkan, mulai dari bangunan yang rusak hingga peralatan pengering yang tidak lagi berfungsi optimal.

Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana pendukung pertanian menjelang musim panen. Turut mendampingi sejumlah pejabat Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Banjar serta aparat kecamatan setempat.

Fasilitas Sudah Lama Tak Diperbarui

Dari hasil peninjauan, Nana Suryana mengungkapkan bahwa sebagian besar peralatan di gudang tersebut sudah berusia puluhan tahun dan belum pernah mengalami peremajaan. Dinding bangunan terlihat retak, atap bocor di beberapa titik, sementara mesin pengering padi (dryer) yang menjadi alat utama justru mengalami kerusakan dan jarang digunakan.

“Ini aset penting bagi para petani kita. Tapi sayangnya, kondisinya sangat memprihatinkan. Kalau tidak segera diperbaiki, tentu akan berdampak pada produktivitas dan kualitas gabah hasil panen,” ujar Nana.

Ia menilai, fasilitas tersebut seharusnya menjadi tulang punggung pascapanen bagi petani di wilayah Banjar dan sekitarnya. Namun, akibat keterbatasan anggaran, perawatan gudang dan alat-alatnya terabaikan dalam beberapa tahun terakhir.

Dorong Revitalisasi dan Perhatian Pemerintah

Menanggapi temuan itu, Nana menegaskan akan mendorong revitalisasi fasilitas pengeringan padi tersebut agar bisa kembali berfungsi maksimal. Ia meminta dinas terkait segera melakukan pendataan dan menyusun proposal pengajuan anggaran untuk perbaikan pada tahun mendatang.

“Kita akan koordinasikan dengan pemerintah provinsi maupun pusat agar fasilitas ini mendapat prioritas bantuan. Jangan sampai petani kita kesulitan hanya karena sarana pendukungnya rusak,” tegasnya.

Selain perbaikan fisik, Nana juga mengingatkan pentingnya pelatihan bagi operator gudang agar dapat memanfaatkan teknologi pengeringan modern yang lebih efisien. Menurutnya, peningkatan kapasitas SDM sama pentingnya dengan pembaruan sarana.

Wawali Kota Banjar
Wawali Kota Banjar

Baca juga: Rotasi Mutasi Pejabat Pemkot Banjar, 5 Jabatan Kepala OPD Masih Kekosongan

Petani Keluhkan Sulitnya Akses Pengeringan

Sejumlah petani yang hadir di lokasi mengaku sering mengalami kesulitan dalam proses pengeringan gabah, terutama saat musim hujan. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki fasilitas gudang pengeringan padi tersebut.

“Kalau hujan terus, gabah kami terpaksa dijemur seadanya di jalan atau lapangan. Kadang sampai rusak dan menurunkan kualitas,” ungkap Dedi, salah satu petani dari Kecamatan Purwaharja.

Menurutnya, keberadaan gudang pengeringan sangat membantu dalam menjaga mutu hasil panen. Namun, sejak alatnya rusak, banyak petani memilih menjual gabah dalam kondisi basah dengan harga rendah.

Pemerintah Komitmen Dukung Petani Lokal

Wakil Wali Kota Banjar menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mendukung ketahanan pangan lokal dan menyejahterakan petani melalui berbagai program. Ia berharap peninjauan ini menjadi langkah awal untuk memperbaiki sistem pascapanen agar lebih efisien dan modern.

“Petani adalah ujung tombak ketahanan pangan. Tugas kita memastikan mereka punya fasilitas yang layak untuk mengolah hasil panennya,” pungkas Nana.

Kunjungan tersebut ditutup dengan peninjauan lahan percontohan benih padi unggul serta diskusi bersama petugas UPTD dan kelompok tani terkait langkah-langkah perbaikan yang akan dilakukan.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.