Portal Media Kota Banjar – Empat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Banjar kedapatan nyemen atau makan dan minum secara terbuka di sebuah warung makan pada siang hari saat bulan suci Ramadan. Peristiwa tersebut langsung menuai sorotan masyarakat dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena dinilai mencederai etika serta disiplin sebagai abdi negara.
Kejadian itu terjadi di jam kerja dan terekam oleh warga, kemudian menyebar luas di media sosial hingga memicu beragam reaksi publik.
Kejadian Terjadi di Jam Kerja
Berdasarkan informasi yang beredar, empat ASN tersebut tertangkap basah sedang makan di sebuah warung makan pada siang hari, ketika umat Muslim tengah menjalankan ibadah puasa. Kejadian ini disebut terjadi pada jam kerja aktif, sehingga dinilai sebagai pelanggaran disiplin pegawai.
Warga yang melihat peristiwa tersebut menyayangkan sikap para ASN karena dinilai tidak memberikan contoh yang baik di tengah masyarakat, terutama pada bulan Ramadan yang penuh makna.
“Sebagai ASN seharusnya bisa memberi teladan, apalagi ini bulan puasa dan masih jam kerja,” ujar salah seorang warga.
Pemkot Banjar Ambil Tindakan
Menanggapi kejadian tersebut, Pemkot Banjar melalui instansi terkait menyatakan akan menindaklanjuti kasus tersebut sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya dalam menegakkan disiplin dan etika ASN.
Pihak Pemkot Banjar menyebutkan bahwa identitas keempat ASN telah dikantongi dan akan dilakukan pemeriksaan internal untuk mengetahui kronologi serta memastikan apakah terdapat pelanggaran aturan kepegawaian.
“Kami akan memanggil yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi. Jika terbukti melanggar, tentu akan ada sanksi sesuai aturan,” ujar perwakilan Pemkot Banjar.

Baca juga: SPP Kota Banjar Ingatkan Pemkot Tak Asal Klaim Lahan Terkait Proyek PLTS
Etika ASN Jadi Sorotan
Peristiwa ini kembali mengangkat persoalan etika dan perilaku ASN di ruang publik. ASN diharapkan tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga menjaga sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai kedisiplinan, toleransi, dan penghormatan terhadap norma sosial serta keagamaan.
Pemerintah daerah menilai bahwa meskipun tidak semua ASN menjalankan ibadah puasa, namun sikap saling menghormati tetap harus dijunjung tinggi, terlebih saat berada di ruang publik dan jam kerja.
DPRD dan Masyarakat Minta Penegakan Disiplin
Sorotan publik juga datang dari kalangan legislatif dan tokoh masyarakat yang meminta Pemkot Banjar bertindak tegas. Penegakan disiplin ASN dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap aparatur pemerintah.
“Ini bukan sekadar soal makan saat puasa, tetapi soal kedisiplinan, etika, dan citra ASN di mata publik,” ungkap salah satu tokoh masyarakat setempat.
Pembinaan Jadi Langkah Penting
Selain sanksi, Pemkot Banjar menilai pembinaan ASN juga perlu diperkuat, khususnya terkait etika, disiplin kerja, dan sensitivitas sosial. Kejadian ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi seluruh ASN agar lebih berhati-hati dalam bersikap, terutama di bulan Ramadan.
Pemerintah daerah juga mengimbau seluruh ASN untuk mematuhi jam kerja, menjaga etika di ruang publik, serta menghormati nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat.
Jaga Citra ASN dan Keharmonisan Sosial
Pemkot Banjar menegaskan bahwa citra ASN sangat berpengaruh terhadap kepercayaan publik. Oleh karena itu, setiap aparatur diharapkan mampu menjaga sikap profesional dan menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kami berharap kejadian ini tidak terulang. ASN harus menjadi contoh yang baik dan menjaga keharmonisan sosial, khususnya di bulan suci Ramadan,” tutup perwakilan Pemkot Banjar.





